Gpd6GUW5GfWoBSY0TpO9TUO8BY==
  • mountainguide.indonesia@gmail.com
  • 0818 885 093 - 0822 2686 8601

APGI Sumatera Barat Gelar Rakerprov dan Sharing Camp 2026, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pendakian


Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Sumatera Barat melaksanakan kegiatan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) dan Sharing Camp Tahun 2026 di Vila Bukik Sapan, Nagari Kampung Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar. Kegiatan ini mengusung tema “Duduak Basamo, Berbagi Carito Merajut Persaudaraan Pemandu Gunung Sumatera Barat” sebagai upaya memperkuat solidaritas dan kolaborasi antar pemandu gunung di daerah.

Rakerprov ini menjadi agenda penting dalam rangka meningkatkan jalannya roda organisasi APGI Sumatera Barat, khususnya dalam merumuskan dan menyusun program kerja periode 2026–2027. Kegiatan ini diikuti oleh anggota APGI dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang aktif dalam dunia kepemanduan gunung.

Tidak hanya fokus pada internal organisasi, kegiatan ini juga menghadirkan forum berbagi melalui Sharing Camp yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pokdarwis Salingka Gunung se-Sumatera Barat, BPBD Kabupaten Solok, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok, BKSDA Sumatera Barat, Bhabinkamtibmas Danau Kembar, Wali Nagari Kampung Batu Dalam, serta para pelaku usaha jasa pendakian dan komunitas pecinta alam.


Ketua APGI Sumatera Barat, Fanji Fajar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan aspek K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) dalam kegiatan pendakian gunung, sekaligus merumuskan arah kebijakan terkait pengembangan pariwisata berbasis alam yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa DPPROV APGI Sumatera Barat memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemandu gunung, pemerintah, dan industri pariwisata. Menurutnya, melalui pengembangan profesi, peningkatan kompetensi, serta kontribusi terhadap pariwisata berkelanjutan, APGI diharapkan mampu menjadi pilar penting dalam membangun sistem pendakian yang aman, profesional, dan berdaya saing.

Kegiatan Sharing Camp dikemas dalam bentuk talk show interaktif yang menghadirkan berbagai narasumber dari instansi terkait. Perwakilan BPBD Kabupaten Solok menyampaikan materi terkait keselamatan pendakian dan prosedur penanganan kondisi darurat di lapangan.


Sementara itu, pihak BKSDA Sumatera Barat memaparkan pentingnya konservasi kawasan hutan dan gunung sebagai habitat alami yang harus dijaga oleh seluruh pihak, termasuk para pemandu dan pendaki. Edukasi ini menjadi penting dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas wisata dan kelestarian lingkungan.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok turut menjelaskan potensi wisata alam yang dimiliki daerah tersebut, serta peluang pengembangan pelatihan bagi pemandu gunung agar lebih siap dalam menghadapi kebutuhan wisatawan yang semakin beragam.

Dalam sesi penutup, Fanji Fajar kembali menekankan pentingnya profesionalisme pemandu gunung, termasuk penerapan etika keselamatan dalam setiap kegiatan pendakian. Ia berharap melalui kegiatan ini, sinergi antara seluruh pihak dapat terus terjalin demi menciptakan ekosistem pendakian yang aman, tertib, dan berkelanjutan di Sumatera Barat.


0 Komentar

Kontak Saran & Info

I would like to welcome you to our office and invite you to become better acquainted with the world of pet sitting and my distinct philosophy.

Saran & Info Form

Popup Image