Gpd6GUW5GfWoBSY0TpO9TUO8BY==
  • mountainguide.indonesia@gmail.com
  • 0818 885 093 - 0822 2686 8601

DPProv APGI Banten Sukses Selenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Wisata Gunung–Trekking KKNI Jenjang 4, Angkatan Pertama Berbasis SKKNI Nomor 74 Tahun 2024


Lebak, Banten — Komitmen untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi pemandu wisata gunung terus diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Wisata Gunung–Trekking KKNI Jenjang 4 yang diselenggarakan oleh DPProv Banten. Kegiatan ini berlangsung pada 12–18 Oktober 2026 di Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, Banten, dengan menerapkan metode pembelajaran bauran (blended learning), yaitu perpaduan antara pembelajaran daring dan tatap muka.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pembelajaran daring pada 12–14 Oktober 2026. Selanjutnya, peserta mengikuti pelatihan luring pada 16–17 Oktober 2026, sebelum menjalani uji kompetensi pada 18 Oktober 2026 sebagai tahapan untuk mengukur pencapaian kompetensi sesuai dengan standar yang ditetapkan.


Kegiatan ini menjadi momen istimewa karena merupakan angkatan pertama yang menggunakan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Nomor 74 Tahun 2024 sebagai acuan. Penerapan standar terbaru ini menjadi langkah penting dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pemanduan wisata gunung agar semakin profesional, kompeten, dan mampu menjawab kebutuhan industri pariwisata yang terus berkembang.


Sebanyak 19 peserta mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias dan semangat. Mereka berasal dari berbagai daerah, tidak hanya dari Provinsi Banten, tetapi juga dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Bali, hingga Bengkulu. Keberagaman latar belakang dan daerah asal peserta menjadi nilai tambah tersendiri, sekaligus membuka ruang untuk berbagi pengalaman, memperluas wawasan, dan membangun jejaring profesional antarpemandu wisata gunung lintas daerah.


Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan kesungguhan dalam mengikuti setiap tahapan pembelajaran dan pelatihan. Dukungan panitia yang sigap dan responsif turut menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana kegiatan yang tertib, lancar, dan nyaman. Kolaborasi antara peserta, panitia, dan seluruh pihak yang terlibat menjadi wujud semangat bersama untuk meningkatkan kualitas pemanduan wisata gunung di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pemandu wisata gunung yang telah mengikuti proses sertifikasi dapat terus mengembangkan kompetensi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjalankan profesinya dengan penuh tanggung jawab. Lebih dari sekadar pengakuan kompetensi, sertifikasi diharapkan menjadi pijakan untuk membangun profesionalisme, menjunjung tinggi kode etik pemandu wisata gunung, mengutamakan keselamatan wisatawan, serta turut menjaga kelestarian lingkungan alam.


Selain itu, terbentuknya jejaring antarpemandu dari berbagai daerah diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas, memperkuat ekosistem pariwisata gunung, dan mendukung peningkatan kesejahteraan ekonomi para pemandu.

Sebab, menjadi pemandu wisata gunung bukan hanya tentang mengantarkan seseorang mencapai puncak, tetapi juga tentang memastikan perjalanan berlangsung aman, memberikan pengalaman bermakna, menjaga alam, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Semoga para peserta terus bertumbuh menjadi pemandu wisata gunung yang kompeten, berintegritas, berdaya saing, serta menjadi bagian dari kemajuan pariwisata Indonesia yang aman, profesional, dan berkelanjutan.

0 Komentar

Popup Image