KINTAMANI, BALI – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XI Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Indonesia Mountain Tourism Festival (IMTF) 2026 berlangsung selama empat hari, pada 6–9 Juni 2026 di Kintamani, Bali.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari 17 Dewan Pengurus Provinsi (DPProv) APGI dari berbagai daerah di Indonesia. Rakernas menjadi forum strategis untuk melakukan evaluasi program kerja, memperkuat koordinasi organisasi, serta menyusun langkah pengembangan APGI ke depan dalam mendukung pariwisata gunung yang profesional, aman, dan berkelanjutan.
Salah satu agenda utama dalam Rakernas XI APGI adalah penyampaian laporan kerja dari masing-masing DPProv APGI. Pelaksanaan laporan dilakukan melalui sistem presentasi yang dipimpin oleh presidium sidang yang telah dipilih sebelumnya oleh peserta Rakernas.
Dalam sesi tersebut, setiap DPProv diberikan kesempatan untuk memaparkan berbagai program, kegiatan, capaian, tantangan, serta perkembangan organisasi di wilayah masing-masing. Presentasi laporan kerja ini menjadi sarana penting untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan organisasi profesi pemandu gunung di tingkat daerah.
Setelah pemaparan laporan kerja, peserta Rakernas yang hadir diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan, masukan, saran, maupun rekomendasi terhadap laporan yang disampaikan. Diskusi berlangsung secara terbuka dan konstruktif dengan melibatkan seluruh peserta, termasuk pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) APGI.
Melalui forum ini, APGI berharap dapat memperkuat sinergi antarprovinsi, meningkatkan kualitas program kerja organisasi, serta mendorong terciptanya standar pelayanan dan kompetensi pemandu gunung yang semakin baik di seluruh Indonesia.
Rakernas XI APGI menjadi momentum penting dalam memperkuat peran APGI sebagai organisasi profesi yang berkomitmen terhadap keselamatan, konservasi lingkungan, dan pengembangan wisata gunung berkelanjutan di Indonesia.


.jpeg)
0 Komentar