Gpd6GUW5GfWoBSY0TpO9TUO8BY==
  • mountainguide.indonesia@gmail.com
  • 0818 885 093 - 0822 2686 8601

INDONESIA MOUNTAIN TOURISM CONFERENCE 2026 “Menuju Standar Baru Pariwisata Gunung Indonesia yang Berkelanjutan”


Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) sukses menyelenggarakan Indonesia Mountain Tourism Conference (IMTC) 2026 pada Selasa, 9 Juni 2026 di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Bali. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Mountain Tourism Festival 2026 yang mempertemukan para pelaku wisata gunung, pemerintah, akademisi, industri outdoor, serta komunitas pariwisata alam dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan dibuka secara resmi melalui seremoni pembukaan yang disampaikan melalui video conference oleh Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars APGI, tarian pembukaan khas Bali, serta sambutan dari berbagai pihak, antara lain Ketua Umum APGI, Pemerintah Kabupaten Badung, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, dan Politeknik Pariwisata Bali.

Dalam sambutannya, Yuanita Ketua APGI Bali menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun ekosistem wisata gunung Indonesia yang aman, profesional, berkelanjutan, dan berdaya saing internasional. APGI juga mendorong penguatan kompetensi pemandu gunung Indonesia sebagai bagian penting dalam pengembangan pariwisata alam nasional.


Konferensi menghadirkan tiga sesi utama yang membahas isu strategis pengembangan wisata gunung Indonesia.

Sesi pertama mengangkat tema “The New Occupation Standard of Indonesian Mountain Guide” yang disampaikan oleh Ruslan Budiarto selaku Ketua Harian APGI. Materi ini membahas arah baru standar profesi pemandu gunung Indonesia yang adaptif terhadap perkembangan industri wisata petualangan dan kebutuhan pasar global.

Sesi kedua menghadirkan Isyana Dewi, Lead Auditor PPA, PG, dan USPAR, dengan tema “Standar Pengelolaan Pariwisata Alam, Pengelolaan Pendakian Gunung & Wisata Petualangan Alam”. Diskusi menyoroti pentingnya standar pengelolaan destinasi wisata alam yang memperhatikan aspek keselamatan, konservasi, pelayanan, serta keberlanjutan lingkungan.

Sementara itu, sesi ketiga mengangkat tema “Praktik Wisata Gunung Berkelanjutan dengan Pendekatan Tri Hita Karana” yang disampaikan oleh I Ketut Mudiana, Owner Mudi Goes to Mountain sekaligus Pembina APGI Bali. Pada sesi ini dibahas implementasi nilai-nilai lokal Bali dalam pengelolaan wisata gunung yang harmonis antara manusia, alam, dan spiritualitas.

Selain forum diskusi dan konferensi, kegiatan juga diwarnai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), sesi networking, edukasi industri outdoor bersama mitra kegiatan, serta berbagai aktivitas interaktif seperti giveaway dan ice breaking. Kehadiran berbagai stakeholder ini menunjukkan besarnya dukungan terhadap pengembangan wisata gunung Indonesia yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Indonesia Mountain Tourism Conference 2026 diharapkan menjadi ruang kolaborasi nasional dalam merumuskan masa depan wisata gunung Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi wisata petualangan alam kelas dunia yang mengedepankan keselamatan, konservasi, budaya lokal, dan kualitas pelayanan.

0 Komentar

Popup Image